Kutengadahkan kepalaku ke langit waktu ada bunyi gaung yang tiada putusnya
menawar apakah harapanku yang tersisa waktu sarapan tadi pagi
terjawab oleh getaran hatimu.
Pijar-pijar risauku tak letih mengucap seribu tanda tanya
beranjak dari tadi pagi, merenjana sampai disisi kota
lalu jatuh ke tepi kolam
berpendar bersama jawabanmu yang selalu kutunggu
Aku ragu-ragu ketika amplop itu tiba
Ujung belatimu berkelibat mengkilap
bersiap menikam rasa damai yang selalu ada