Senja di Cootamundra

berawal dari perjalanan yang terasa
tiada ujung pangkal
dan matahari yang akan tengelam di dataran
penuh dengan stepa dan aroma
akhir musim semi

wajah mu tampak di langit
dan kulihat warna surgawi
terkesiap bulu kuduk
aku menyebut asma
jauh ke dalam kalbu
menerpa sudut yang paling dalam

kerinduan menerpa
dan keakuanpun luruh
bersama langkahku
teringat ibu bapak,
dirimu,
dan orang-orang yang mencintaiku

berada di pokok pokok bukit ini
terasa hidup yang sempurna
kutengadah
menyebut namamu
dengan penuh cinta

Filed under : Home - Mirandised_Divine - - Senja di Cootamundra  • Comments (0) •